Selasa, 10 Juli 2012

1. Sampai Berjumpa Kembali Republik Ceko

Akan ada waktu dimana seseorang berkata pada kita
Lama ga jumpa ya! Bagaimana Republik Ceko? Prahanya bagaimana? 

Pertanyaan seperti itu akan Mr.Gigi temui beberapa hari lagi, saat dapat menyantap kembali teh manis buatan seorang ibu, mengendarai motor besar keliling kota, bermain futsal dalam bahasa Indonesia, ataupun dibuat menyerah akan sambal bajak.

Pertanyaan tersebut ga akan pernah mudah dijawab, tentunya bisa, hanya memakan waktu. Mr.Gigi akan sulit sekali menggambarkan bagaimana dinginnya Republik ceko dengan suhu -20 derajat celcius, akan menghabiskan energi menceritakan bagaimana tabiat orang Republi Ceko yang dingin sekaligus hangat, akan memutar otak menjelaskan bagaimana kagetnya menemukan fakta bahwa mesjid pun dapat berdiri di Praha, makanan halal melimpah, saudara sesama muslim bertebaran, dan bagaimana Praha sudah menjadi rumah kesekian bagi saya. Sebuah tempat dimana persahabatan terjalin. 

Harus mengucapkan banyak terima kasih kepada teknologi. Dengan melalui foto, sebuah potongan kecil dari apa yang dilihat pun dapat dibagikan. Bagaimana indahnya Charles Bridge yang dimiliki Praha dengan arsitekturnya yang kuno dan terawat. Sebuah tempat yang puluhan kali dilalui, bukan hanya saat menjadi guide, namun pula saat membutuhkan saat untuk berpikir seorang diri. Foto pun dapat menjelaskan bagaimana bangunan-bangunan batu Republik Ceko dikonservasi dengan baik, menjadi tua dan indah layaknya seorang nenek yang tetap memberikan kehangatan bagi cucunya. 

Perjalanan 10 bulan  yang telah saya lalui membuktikan bahwa semua orang dapat bepergian dan khususnya dapat mencapai yang ia mau. Seseorang tidak perlu menjadi yang "ter-" untuk dapat mendapatkan mimpinya. Pengecualian hanya dalam dua hal: (1) ter-punya niat dan (2) ter-punya usaha. Jangan kalah dalam niat dan jangan lupakan usaha (setidaknya daftar!).

Setiap orang punya hak untuk itu. Kita semua bisa, itulah mengapa Mr.Gigi tuliskan "kita" di awal tulisan ini. Karena, bagi mereka yang punya keinginan pastilah akan ada jalan bagi mereka. Jadi bagaimana Republik Ceko? Bagaimana Praha? 

Jadi bagaimana Praha untuk seorang Mr.Gigi? Yang jelas, suatu saat Mr.Gigi akan kembali ke kota tersebut. Bukan sebagai turis yang ingin melihat seisi kota, namun lebih sebagai seorang sahabat yang ingin menemui kembali sahabat lamanya. Datang kembali untuk persahabatan dan juga tuk sebuah kota, Praha. 

Apakah anda punya mimpi?
Saatnya memikirkannya kembali dan mengambil langkah awal. 
Saya pun begitu, mari kita lakukan. 
 Dari sini untuk masa depan

Sebuah catatan kecil dari sebuah insan
Praha, 10 Juli 2012




4 comments:

Atika Luthfiyyah (TIKA) mengatakan...

Agiiii :)
After I got job and doin my daily flat activities, everyday I dream about every single moment in campuss --" (When I'm on busway).
Setiap kali di busway (apalagi kalo dapet tempat duduk), rasanya gambaran2 kehidupanku di kampus kayak film di bioskop. berkelebatan. seolah2 bilang, "Tika, are u happy with those kind of flat life?" *curcol

argya syambarkah mengatakan...

Iya Tiko kebayang banget kalo kehidupan gw nanti juga flat kaya gitu, harus banyak makan ch*tato:
"life is never flat!"

outbound Malang mengatakan...

salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
jujur dalam segala hal tidak akan mengubah duniamu menjadi buruk ,.
ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

Anonim mengatakan...

yg 2013 mn mas?? :p

Poskan Komentar

Sepatah dua patah kata akan mendekatkan kita ^^