Selasa, 04 Oktober 2011

1. Gunakan Lajur Pada Tempatnya

Hari pertama di Prague, sambil melongo-longo keluar jendela, membidikkan kamera, dan berbicara bahasa tanah air di tengah kalangan kulit putih Mr.Gigi membicarakan berbagai hal, khususnya kebingungan saya mengenai cara bertransportasi disini yang menggunakan tiket. (Ni tiket ada waktunya, tapi maksudnya apa?)

Sejauh perjalanan yang dilalui, jawaban belum juga muncul karena semua orang sibuk menerka apa maksud ni tiket hingga akhirnya.. (yakss) kita terjebak dalam kemacetan di tengah salah satu kota romantis di dunia. Yap..prague

Ada yang menarik dari kemacetan kota ini. Salah satu teman pernah kaget, ketika Mr.Gigi berkata: iya disini juga macet. Iya, kota ini terkadang macet, namun kemacetan yang ada bermakna: Antrian mobil yang tetap berjalan perlahan. Sayangnya di Jakarta tidak begitu >.<

Ada satu pelajaran yang bisa kita pelajari dari kemacetan di sini. Jalan sebenarnya cukup lebar, cukup untuk tiga mobil, namun 1 lajur digunakan untuk parkir (kemungkinan legal karena ada semacam alat parkirnya), 1 lajur digunakan untuk bermacet-macet ria, dan satu lagi untuk sepeda. Mr.Gigi sedikit termotivasi untuk menjadi lebih disiplin saat melihat bahwa betapapun hari itu macet, jalur sepeda tetap dibiarkan kosong (lihat ada lajur kosong bergambar sepeda di aspal). Tidak ataupun belum ada orang yang secara opportunis menggunakannya dengan membanting kemudi ke arah kanan dan mulai menancap gas dengan semangat '45. 

Pelajaran ada dimana mana, apabila tidak diperhatikan. Maka akan sia-sia kekayaan alam yang ada di sekitar kita. Dengan adanya artikel ini bukan berarti negeri kita kalah jauh, negeri kita lebih kaya dari negeri ini. Hanya saja perlu sedikit polesan untuk melihat kemilaunya.

Semoga bisa bertemu sesuatu yang bisa memberikan motivasi lainnya ^^ Cao

4 comments:

faizulfikri mengatakan...

asiikk kann udah sampe Cheko.
:D

sharing ceritanya donk kak, pengen juga nih bisa pergi ke luar negeri gitu.

gigilokuning mengatakan...

Siap boss ^^

Anonim mengatakan...

Mas Gigilokuning, cerita yang lain doong tentang praha

Pengagum berat Mas Gigilokuning.

gigilokuning mengatakan...

Okeh siapp! ditunggu ya

Posting Komentar

Sepatah dua patah kata akan mendekatkan kita ^^