Minggu, 29 Mei 2011

11. Proyek "Terima Kasih" (part 2)

Sedikit kembali menyambung cerita dari bagian (1) mengapa "ia" belum bahagia?

Ada orang yang berucap kebahagiaan tidak bisa dilihat dari hal yang terlihat di permukaan. Anda benar kawan, kebahagiaan tidak bisa dilihat. Sama halnya dengan seseorang yang merasa kurang bahagia dalam keluarga, namun saat bertemu dengan teman-teman sepermainannya ia akan terlihat sangat energetic, menarik, dan penuh tawa. Kita takkan tahu apa yang dirasakannya sebelum bertanya lebih dalam.

Kembali lagi ke Fika, saya menanyakan beberapa hal kepadanya. Untuk memulai semuanya, saya mengeluarkan statement bahwa selama ini kamu mendapatkan banyak hal dan kebahagiaan, tapi tidak tahu dengan siapa membaginya. Seperti menusuk, mendengar kata-kata tersebut ia mengangguk walau dari sisi layar komputer yang kulihat, anggukan tersebut tampak tidak nyata. Berikutnya terlantunlah beberapa pertanyaan yang mengawali sebuah proyek yang kita beri nama proyek "terima kasih".

1. Seberapa banyak kita telah membantu orang lain?
2. Seberapa banyak dirimu telah membuat Fika-fika lain yang dapat berangkat ke luar negeri?
3. Seberapa banyak orang yang bersedia teman menemani keliling Jakarta tanpa ada upah?
4. Seberapa banyak teman yang  bersedia memberikan surprise di kala ulang tahun kita?
5. Seberapa banyak teman yang datang menyapa saat ia bahagia, bukan membagi masalah dengan anda?

Saya sadar betul bahwa kebahagiaan seseorang terletak pada makna dirinya di mata orang lain. Merasa dihargai, disayangi, dihormati, dll merupakan ciri dari manusia sebagai makhluk sosial. Bekerja keras mencari segala hal di dunia tanpa pernah memikirkan sesama seakan membunuh arti kebahagiaan yang sebenarnya. Kita tidak berarti di komunitas yang kita miliki.

Terkadang beberapa diantara kita mencurahkan dan menyempitkan kasih sayang ke lingkup yang lebih kecil, sangat kecil, yaitu hanya ke seorang pacar ataupun kekasih. Percayalah, jangan cuma melakukan hal tersebut karena saat ia meninggalkan anda, hilang sudah makna keberadaan anda bagi orang lain.

Inti dari proyek terima kasih adalah bagaimana kita berusaha sekuat tenaga memperkuat makna diri kita di mata seseorang dengan membantunya mencapai impian sehingga tanpa diminta "terima kasih" yang mendalam akan terlontar. Percayalah, ikatan yang tercipta akan sangat kuat dan rasanya sangat melegakan sealigus membahagiakan. Saya beberapa kali beruntung mendapatkan hal tersebut, dan karenanya perasaan bahagia tidak pernah lepas dari hidup. Saya menawarkan hal tersebut kepada Fika, ia pun seakan tersadar.

Sejauh yang saya ketahui, saat ini ia sedang mempersiapkan calon-calon Fika lainnya tuk berkeliling dunia. Seseorang ia siapkan tuk ke Canada, sebuah negara yang saya sendiri ingin kesana ^^. Ia juga mempersiapkan murid didiknya tuk lulus SMPTN, tidak dapat dibayangkan apabila semuanya memberikan terima kasih yang mendalam kepadanya. Sungguh, pasti sangat meluaskan hati. Wow, saya kagum dengan semangatnya. Saya pun tersadar bahwa hanya dengan kata-kata kita dapat mencetak seseorang yang mungkin seribu kali lebih baik dari kita. Maju terus Fika, tularkan proyek kita!!

2 comments:

Atika Luthfiyyah (TIKA) mengatakan...

penasaran! siapakah fika itu? hahaha

gigilokuning mengatakan...

hahaha untuk menghormati pelaku, harus diberi nama samaran ko haha

Posting Komentar

Sepatah dua patah kata akan mendekatkan kita ^^